Kalkulator Perbandingan Senilai

Hitung dengan mudah perbandingan senilai sederhana dan temukan proporsionalitas langsung atau terbalik antar berbagai nilai, dengan rumus dan contoh. Gunakan titik sebagai pemisah desimal.

=

X

Terdapat nilai yang tidak valid.

X =

Rumus yang digunakan untuk perhitungan:

X
=
·
=

Apa itu Perbandingan Senilai?

Perbandingan senilai, juga dikenal sebagai "proporsionalitas" atau "aturan proporsi", adalah metode matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah proporsi dan hubungan antara berbagai besaran.

Terdapat dua jenis: perbandingan senilai sederhana dan campuran. Berikut ini penjelasan perbedaan antara keduanya:

Perbandingan Senilai Sederhana

Perbandingan senilai sederhana digunakan ketika terdapat tiga nilai dan ingin menemukan nilai keempat yang menjaga proporsi yang sama dengan tiga nilai sebelumnya. Ini terbagi menjadi dua jenis: langsung dan terbalik.

Perbandingan Senilai Langsung

Digunakan ketika dua besaran berubah secara berbanding lurus. Artinya, jika satu besaran bertambah, besaran lainnya juga bertambah dan sebaliknya. Perbandingan senilai langsung dihitung dengan rumus berikut:

A
B
=
C
D

Contoh Perbandingan Senilai Langsung

Jika 5 apel harganya Rp10.000, berapa harga 8 apel?

5
10
=
8
X
X
=
10 · 8
5
=
16 rupiah

Perbandingan Senilai Terbalik

Digunakan ketika dua besaran berubah secara berbanding terbalik. Artinya, jika satu besaran bertambah, besaran lainnya berkurang dan sebaliknya. Perbandingan senilai terbalik dihitung dengan rumus berikut:

A
B
=
D
C

Contoh Perbandingan Senilai Terbalik

Jika 5 pekerja membutuhkan 10 hari untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, berapa lama waktu yang dibutuhkan 8 pekerja?

5
10
=
X
8
X
=
5 · 10
8
=
6.25 hari

Perbandingan Senilai Campuran

Perbandingan senilai campuran digunakan ketika terlibat lebih dari dua besaran dan ingin menemukan suatu nilai yang menjaga proporsi dengan besaran lainnya. Bisa langsung atau terbalik, tergantung bagaimana besaran-besaran tersebut saling berhubungan.

Contoh Perbandingan Senilai Campuran

Soal

Jika 5 pekerja membangun 3 rumah dalam 10 hari, berapa hari yang dibutuhkan 8 pekerja untuk membangun 6 rumah?

  • Identifikasi besaran-besaran yang terlibat: pekerja, rumah, dan hari.
  • Tetapkan proporsi sedemikian rupa sehingga satu besaran menjadi konstanta dan besaran lainnya berubah secara proporsional.
  • Selesaikan proporsi campuran.

Penyelesaian

Pertama, selesaikan hubungan antar besaran:

  • Hubungan antara pekerja dan hari: berbanding terbalik (lebih banyak pekerja, lebih sedikit hari).
  • Hubungan antara rumah dan hari: berbanding lurus (lebih banyak rumah, lebih banyak hari).

Kemudian, kita hitung hari yang dibutuhkan 8 pekerja untuk membangun 3 rumah menggunakan perbandingan senilai terbalik:

5
10
=
X
8
X
=
5 · 10
8
=
6.25 hari

Karena sekarang kita tahu bahwa 8 pekerja membutuhkan 6,25 hari untuk membangun 3 rumah, maka menggunakan perbandingan senilai langsung kita temukan jumlah hari untuk 6 rumah:

3
6.25
=
6
Y
Y
=
6.25 · 6
3
=
12.5 hari

Oleh karena itu, 8 pekerja membutuhkan 12,5 hari untuk membangun 6 rumah.