Hitung laju metabolisme basal (BMR) Anda secara online dan dapatkan kalori basal serta total pengeluaran energi yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas fisik, menggunakan rumus Harris-Benedict. Gunakan titik sebagai pemisah desimal.
Metabolisme basal Anda adalah:
kalori per hari.
Estimasi kalori yang perlu dikonsumsi untuk menurunkan:
1 kg / bulan = kalori per hari.
2 kg / bulan = kalori per hari.
3 kg / bulan = kalori per hari.
4 kg / bulan = kalori per hari.
Disebut juga Metabolisme Basal atau Pengeluaran Energi Basal, merupakan indeks yang memungkinkan estimasi jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh seseorang untuk menjalankan fungsi dasar seperti bernapas, memompa darah, mensintesis hormon, mengatur suhu tubuh, dan lainnya. Pengeluaran energi minimum yang dibutuhkan oleh tubuh ini bervariasi tergantung jenis kelamin, usia, dan aktivitas fisik yang dilakukan seseorang setiap minggu.
Menggunakan persamaan Harris-Benedict terbaru (1990) sebagai dasar, Laju Metabolisme Basal (BMR) seseorang dihitung dengan menerapkan rumus berikut berdasarkan jenis kelamin:
BMR = (10 x Berat dalam kg) + (6,25 x Tinggi dalam cm) - (5 x Usia dalam tahun) + 5
BMR = (10 x Berat dalam kg) + (6,25 x Tinggi dalam cm) - (5 x Usia dalam tahun) - 161
Terakhir, perlu menyesuaikan BMR yang dihitung dengan mengalikannya dengan faktor aktivitas fisik yang tertera pada gambar berikut. Perlu diperhatikan bahwa rumus ini memperhitungkan rasio rata-rata massa otot dan massa lemak, sehingga untuk orang yang sangat berotot atau dengan obesitas morbid, estimasi mungkin kurang akurat.
Harris dan Benedict adalah dua orang yang memberikan kontribusi signifikan di bidang nutrisi dan kedokteran, khususnya dalam pengembangan persamaan untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian seseorang. Karya mereka masing-masing telah menjadi dasar dalam perhitungan kebutuhan energi dan telah menjadi basis bagi banyak rumus yang digunakan saat ini untuk menghitung pengeluaran energi basal (PEB) atau kebutuhan kalori harian.
Persamaan Harris-Benedict telah dimodifikasi dan disesuaikan dari waktu ke waktu untuk meningkatkan akurasinya, tetapi dasar dari karya mereka sangat penting dalam bidang nutrisi dan kedokteran, menyediakan cara fundamental untuk memperkirakan kebutuhan kalori dasar seseorang. Persamaan ini telah dan terus digunakan dalam bidang seperti nutrisi klinis, penurunan berat badan, kebugaran, dan perencanaan diet.
Laju Metabolisme Basal memberikan estimasi pengeluaran kalori minimum yang dibutuhkan tubuh kita per hari untuk berfungsi. Jika kita mengonsumsi kalori lebih sedikit dari BMR yang diestimasi, kita akan mengalami defisit kalori, yang akan menyebabkan penurunan berat badan. Semakin besar defisit ini, semakin cepat penurunan berat badan.
BMR berguna ketika kita ingin memperkirakan penurunan berat badan yang terprogram dalam jangka waktu tertentu. Jika kita memperhitungkan bahwa 1 kg lemak setara dengan sekitar 7.700 kalori, menggunakan Laju Metabolisme Basal kita dapat memperkirakan defisit kalori harian yang dibutuhkan tubuh untuk menurunkan X kg dalam jangka waktu yang ditentukan.
Sebagai contoh, misalkan BMR kita adalah 2.000 kalori per hari dan tujuan kita adalah menurunkan 1 kg lemak tubuh (7.700 kalori) dalam 1 bulan. Artinya, kita membutuhkan defisit kalori sebesar 257 kalori per hari selama 30 hari. Jika dari 2.000 kalori basal kita kurangi defisit 257, maka kita harus mengonsumsi kurang dari 1.743 kalori per hari untuk mencapai tujuan tersebut.
Laju metabolisme basal (BMR) adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasarnya, seperti pernapasan, sirkulasi darah, dan pengaturan suhu. BMR dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:
Ada beberapa cara untuk meningkatkan laju metabolisme basal (BMR) agar dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari:
Laju metabolisme basal (BMR) menurun seiring bertambahnya usia, berkurang sekitar 2-3% per dekade setelah usia 40 tahun, yang dapat berkontribusi pada penurunan berat badan dan peningkatan lemak tubuh selama penuaan. Metabolisme menjadi kurang efisien dalam membakar kalori seiring bertambahnya usia. Namun, BMR dapat dipertahankan atau ditingkatkan melalui gaya hidup sehat dan olahraga, terutama latihan resistensi, dikombinasikan dengan pola makan kaya protein dan asupan makanan yang memadai.