Lakukan operasi aritmatika antara bilangan heksadesimal atau gunakan konverter instan kami dari heksadesimal ke desimal dan sebaliknya. Hasil akurat dan mudah disalin.
Bilangan heksadesimal adalah representasi numerik yang menggunakan 16 digit, bukan 10 digit seperti dalam sistem desimal. Digit yang digunakan adalah angka 0 sampai 9 dan huruf A, B, C, D, E, dan F. Bilangan heksadesimal sering digunakan dalam pemrograman untuk merepresentasikan nilai dalam sistem penomoran biner.
Beberapa contoh bilangan heksadesimal meliputi:
1F (31 dalam desimal)
A0 (160 dalam desimal)
FF (255 dalam desimal)
Bagaimana cara menjumlahkan bilangan heksadesimal?
Penjumlahan bilangan heksadesimal mirip dengan penjumlahan bilangan desimal, tetapi dengan beberapa perbedaan penting karena basis numerik yang berbeda. Berikut adalah contoh cara menjumlahkan dua bilangan heksadesimal:
Contoh: Menjumlahkan 5A (90 dalam desimal) dan 3F (63 dalam desimal) langkah demi langkah
Kita mulai dengan menjumlahkan digit satuan (atau digit paling tidak signifikan) terlebih dahulu: A + F = 17 (dalam desimal)
Karena hasilnya lebih besar dari 15, kita simpan 1 ke kolom berikutnya
Bagaimana cara mengurangkan bilangan heksadesimal?
Pengurangan bilangan heksadesimal mirip dengan pengurangan bilangan desimal, tetapi dengan beberapa perbedaan penting karena basis numerik yang berbeda. Berikut adalah contoh cara mengurangkan dua bilangan heksadesimal:
Contoh: Mengurangkan 7B (123 dalam desimal) - 5F (95 dalam desimal) langkah demi langkah
Kita mulai dengan mengurangkan digit satuan (atau digit paling tidak signifikan) terlebih dahulu: B - F. Karena B (11 dalam desimal) lebih kecil dari F (15 dalam desimal), kita harus meminjam satu "satuan" dari puluhan bilangan heksadesimal. Dalam hal ini, kita akan mendapatkan 1B (27 dalam desimal) - F (15 dalam desimal) = C (12 dalam desimal).
Kita lanjutkan mengurangkan kolom-kolom lainnya: (7 - 1) - 5 = 1, karena pada langkah sebelumnya kita meminjam satu satuan dari 7.
Hasil akhirnya adalah 1C (28 dalam desimal)
Cara mengonversi bilangan heksadesimal ke desimal
Untuk mengonversi bilangan heksadesimal ke desimal, digunakan rumus berikut:
Di mana digit_1 adalah digit paling kiri dari bilangan heksadesimal, digit_2 adalah digit berikutnya, dan seterusnya, serta n adalah jumlah total digit yang membentuk bilangan heksadesimal yang akan dikonversi.
Contoh: Mengonversi bilangan heksadesimal 5A ke desimal.
Tentukan nilai n. Dalam hal ini, n = 2
Ubah setiap digit heksadesimal ke bentuk desimalnya. Dalam hal ini, 5 = 5 dan A = 10
Substitusikan digit-digit dalam bentuk desimal ke dalam rumus. Sehingga kita mendapatkan:
Merupakan sistem penomoran berbasis 10 dan merupakan standar di seluruh dunia. Setiap digit yang membentuk bilangan desimal harus memiliki nilai antara 0 dan 9. Jika nilai digit melebihi 9, harus ditambahkan digit baru untuk representasi yang benar.
Sistem heksadesimal
Merupakan sistem penomoran berbasis 16 dan umumnya digunakan dalam dunia grafis digital untuk merepresentasikan warna pada monitor. Setiap digit yang membentuk bilangan dapat memiliki nilai antara [0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F]. Jika nilai digit melebihi F, harus ditambahkan digit baru untuk representasi yang benar.
Tabel kesetaraan antara bilangan desimal, heksadesimal, dan biner
Representasi bilangan dalam masing-masing sistem penomoran.