Estimasi tanggal ovulasi, jendela masa subur, dan haid berikutnya menggunakan tanggal haid terakhir dan rata-rata panjang siklus Anda. Hasil bersifat perkiraan.
Masukkan data Anda untuk melihat hasil.
Jika siklus Anda sangat bervariasi, sedang menyusui, atau baru saja berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, estimasi mungkin kurang akurat.
Alat ini menggunakan metode kalender. Tidak mengonfirmasi ovulasi dan tidak boleh digunakan sebagai metode kontrasepsi.
Proyeksi estimasi untuk 4 siklus berikutnya. Pilih siklus apa pun untuk melihat detail seperti hari puncak kesuburan dan saran tanggal tes kehamilan.
Kalkulator menggunakan metode kalender matematis untuk mengestimasi ovulasi dan masa subur berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan panjang siklus:
Estimasi ovulasi = HPHT + panjang siklus − 14 hari
Berdasarkan acuan ini, ditentukan interval waktu berikut:
Ovulasi adalah fase dalam siklus menstruasi di mana folikel ovarium yang matang melepaskan sel telur ke saluran tuba falopi, tempat sel telur bertahan selama 12 hingga 24 jam.
Siklus menstruasi terdiri dari dua fase utama: fase folikel (panjang bervariasi) dan fase luteal (biasanya konstan 12–14 hari sebelum haid berikutnya).
Metode kalender adalah model probabilitas. Panjang fase folikel dapat bervariasi karena stres, perubahan berat badan, PCOS, atau penggunaan kontrasepsi.
Alat ini bersifat informatif dan edukatif. Tidak memberikan diagnosis medis dan tidak boleh digunakan untuk kontrasepsi.
Model algoritma yang disusun oleh Calculatodo berdasarkan pedoman lembaga kesehatan: